Senin, 08 April 2013


Penyebab Penyakit JANTUNG
Penyakit  Jantung adalah penyakit yang mengerikan yang bisa menghilangkan nyawa Manusia.  Karena penyakit jantung seperti petir di siang bolong, dimana serangan jantung adalah puncak bencana dari sebuah proses kerusakan yang dialami begitu lama dan begitu samar untuk diketahui secara dini, bahkan Dokter yang terlatih untuk mengukur segala sesuatu secara objektif sering mengabaikannya, sehingga jarang dokter memberiobat penyakit jantung atau pencegah penyakit jantung secara dini justru orang yang sudah terkena gejala baru berobat.
Penyebab Penyakit Jantung
Penyakit Jantung ini disebabkan oleh adanya penyempitan dan penyumbatan di pembuluh arteri koroner. Hal ini disebabkan oleh penumpukan zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) di dinding pembuluh nadi bagian paling bawah (endotelium).
Setelah lemak menumpuk, aliran darah akan tersumbat dan tak mampu menuju jantung sehingga mengganggu kerja jantung dalam memompa darah. Efek yang paling dirasakan adalah hilangnya pasokan oksigen dan nutrisi menuju jantung karena aliran darah ke jantung berkurang.
Faktor Penyebab Penyakit Jantung
Adapun secara garis besar faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit jantung antara lain : Kelainan jantung bawaan, Gangguan pada fungsi kerja katup jantung dan Terganggunya pembuluh koroner yang berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Dari ketiga hal tersebut, Penyakit jantung yang umumnya ditakuti adalahjantung koroner karena menyerang pada usia produktif dan dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak. Faktor-faktor diatas erat kaitannya dengan pola konsumsi dan kehidupan yang bersangkutan, diantaranya :
- Merokok terlalu berlebihan selama bertahun-tahun
- Sering mengkonsumsi makanan jenis lemak (kolesterol) tinggi
- Menderita tekanan darah tinggi
- Menderita penyakit kencing manis (Diabetes)
•Dada terasa sakit dan menekan
•Pusing kepala yang berkepanjangan
•Merasa sekujur tubuhnya terbakar tanpa sebab yang jelas
•Terjadi keluhan di sekitar tulang, dada dan leher
•Adanya perasaan berdebar-debar (palpitasi).
•Keringat dingin secara mendadak, dan lainnya seperti mual dan perasaan cemas

Penyakit Paru-Paru Basah

Penyakit Paru-paru basah adalah suatu peradangan yang terjadi pada paru-paru, biasanya akibat kontaminasi. Tiga penyebab umum penyakit paru-paru basah adalah bakteri, virus dan jamur. Anda juga bisa terkena penyakit paru-paru basah secara tidak sengaja dengan menghirup cairan atau bahan kimia.
Jika Anda memiliki penyakit paru-paru basah, Anda bisa mengalami kesulitan bernapas, mungkin juga akan mengalami batuk dan demam. Pemeriksaan fisik dan riwayat sakit mungkin membantu menentukan apakah Anda telah terkena penyakit paru-paru basah. Rontgen dada dan tes darah mungkin membantu mengetahui apa ada kelainan. Pengobatan tergantung pada apa yang membuat Anda sakit. Jika penyebabnya adalah bakteri, mungkin antibiotik dapat membantu.
Orang yang memiliki lebih banyak risiko Penyakit paru-paru basah adalah :
  • Bayi dan anak-anak
  • Orang yang 65 tahun dan lebih tua
  • Orang yang memiliki pertahanan lemah natural sebagai akibat dari penyakit (termasuk HIV ) atau minum berlebihan
  • Orang yang bekerja di konstruksi atau pertanian
  • Orang yang merokok
Penyebab Penyakit Paru-Paru Basah
1.         Beberapa jenis virus, diantaranya: Respiratory Syncytial Virus (RSV), Adenovirus, Influenza dan Parainfluenza
2.         Bakteri, pada kasus yang jarang ditemui
3.         Polutan (bahan kimia yang terkandung dalam udara)
Tanda-tanda dan Gejala Penyakit Paru-Paru Basah
1.         Batuk berdahak (pada hari-hari pertama mungkin batuk kering)
2.         Rasa sakit di dada
3.         Rasa lelah
4.         Sakit kepala ringan
5.         Sakit-sakit pada badan
6.         Demam
7.         Mata berair
8.         Sakit tenggorokan
Mencegah Penyakit paru-paru basah adalah jauh lebih baik daripada mengobati. Cara pencegahannya dengan menjalankan pola hidup sehat, antara lain : makan bergizi seimbang, mejaga kebugaran tubuh, istirahat cukup dan jangan tidur larut malam, jangan merokok (pasif atau aktif), membuka jendela rumah pagi sampai sore hari, mencuci tangan Anda sering, mengenakan masker saat membersihkan daerah yang berdebu atau berjamur.

Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke suatu bagian otot jantung terhalang. Jika aliran darah tidak bisa diperbaiki dengan cepat, bagian dari jantung tersebut akan rusak karena kekurangan oksigen dan bisa mengakibatkan kematian.
Serangan jantung (jantung koroner) kini tak hanya menyerang usia tua tapi juga orang-orang muda. Serangan jantung ini bukan datang tiba-tiba karena sebelum serangan itu muncul sudah ada tanda-tanda yang disampaikan tubuh.
Faktor-faktor pemicu serangan jantung ialah rokok, mengonsumsi makanan berkolestrol tinggi, kurang gerak, malas berolahraga, stres, dan kurang istirahat. Namun ada beberapa faktor yang memang tidak dapat diubah, seperti bertambahnya umur atau faktor keturunan.
Penyebab Serangan Jantung
Serangan jantung biasanya terjadi jika suatu sumbatan pada arteri koroner menyebabkan terbatasnya atau terputusnya aliran darah ke suatu bagian dari jantung. Jika terputusnya atau berkurangnya aliran darah ini berlangsung lebih dari beberapa menit, maka jaringan jantung akan mati. Kemampuan memompa jantung setelah suatu serangan jantung secara langsung berhubungan dengan luas dan lokasi kerusakan jaringan (infark).
Jika lebih dari separuh jaringan jantung mengalami kerusakan, biasanya jantung tidak dapat berfungsi dan kemungkinan terjadi kematian. Bahkan walaupun kerusakannya tidak luas, jantung tidak mampu memompa dengan baik, sehingga terjadi gagal jantung atau syok.
Penyebab lain dari serangan jantung adalah:
1.     Suatu bekuan dari bagian jantungnya sendiri.
Kadang suatu bekuan (embolus) terbentuk di dalam jantung, lalu pecah dan tersangkut di arteri koroner.
2.     Kejang pada arteri koroner yang menyebabkan terhentinya aliran darah.
Kejang ini bisa disebabkan oleh obat (seperti kokain) atau karena merokok, tetapi kadang penyebabnya tidak diketahui.
Tanda Serangan jantung:
1. Nyeri Dada
Ini merupakan tanda utama dengan karakteristik sebagai berikut:
-Biasanya pada bagian kiri dada, pada daerah organ jantung berada.
-Nyeri dirasa sebagai sesuatu yang penuh pada dada, berat dan sangat nyeri.
-Nyeri bisa dirasakan menyebar hingga ke beberapa organ semisal rahang, bahu, leher, lengan, atau pada daerah perut.
2. Keluar Keringat Dingin
Keringat dingin keluar hingga membasahi seluruh tubuh, hingga terkadang penderita merasa perlu mengganti baju berkali-kali.
3. Nafas menjadi pendek dan tersengal-sengal
4. Perut merasa mual dan terkadang muntah
Tanda ini sering dianggap sebagai sakit maag biasa, karena gejalanya memang mirip.
Cara hindari Serangan Jantung
1. Jaga Pola Makan
Pola makan seseorang rupanya punya peran besar dalam menumbuhkan penyakit Serangan Jantung. Makanan fastfood yang miskin serat dan banyak mengandung lemak bisa mengakibatkan kolesterol tinggi. Jenis makanan lain yang mengandung lemak tinggi adalah makanan gorengan, daging berlemak, jeroan, kulit ayam, kuning telur. Kandungan lemak yang sulit terbakar metabolisme bisa menghambat aliran darah. Perbanyak makan sayuran dan buah-buahan karena punya kandungan serat yang menghambar dan menghancurkan lemak.
2. Hindari Rokok
Nikotin dalam asap rokok dapat merangsang hormon adrenalin yang bisa mengganggu metabolisme lemak. Proses ini bisa mengakibatkan darah lebih kental sehingga memudahkan timbulnya plak dan menghambat aliran darah. Ada yang menyebut perokok punya resiko Serangan Jantung 6 kali lebih dibanding bukan perokok.
3. Perbanyak Olahraga
Fungsi olahraga antara lain membuang kelebihan kalori yang dibutuhkan oleh tubuh, menghancurkan kandungan lemak dan memperbaiki metabolisme.
4. Jaga Berat Badan
Kelebihan berat tubuh dan kegemukan adalah pertanda ketidakseimbangan yang dibutuhkan untuk kondisi yang sehat. Kegemukan juga berarti menambah beban jantung sehingga mengganggu gerakan yang efisiensi(Serangan Jantung).
5. Hindari Stres
Stres membutuhkan seluruh jaringan tubuh kerja ekstra, termasuk jantung. Stres juga merangsang pembentukan adrenalin yang bisa berpengaruh buruk pada pembuluh jantung. Karena itulah eksekutif yang mengalami beban kerja yang berlebihan cenderung rawan terkena gejala serangan jantung.

Batuk

Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat syaraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.
Ada beberapa jenis batuk dan penyebabnya:
* Batuk rejan. Batuk yang kerap diakhiri dengan suara seperti ingin muntah ketika kita mengambil nafas. Batuk seperti ini disebabkan oleh bakteri pertussis, yang dapat menular melalui percikan cairan dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi, yang dapat keluar karena bersin, batuk, atau tertawa.
* Batuk sesak. Batuk dengan suara nafas yang keras, seperti ada lendir di dalam dada. Suara yang timbul adalah akibat dari pembengkakan di sekitar pita suara (pangkal tenggorokan) dan batang tenggorokan. Biasanya disebabkan oleh virus.
* Batuk kering. Batuk dengan suara nyaring dan membuat perut ikut sakit, biasanya makin parah saat malam hari. Bisa disebabkan karena masuk angin, bronchiolitis, atau asma.
* Batuk produktif/batuk basah. Batuk yang sering diiringi dengan riak atau lendir, yang biasanya disebabkan oleh infeksi atau asma.
* Batuk bronchiolitis. Batuk yang diikuti suara nyaring seperti bersiul saat bernafas. Batuk seperti ini biasanya disebabkan infeksi virus yang terjadi pada saluran udara kecil pada paru-paru yang disebut bronchioles. Penyebab lainnya adalah asma.
Pengobatan Batuk
Ada dua cara mengobati batuk berdahak, yaitu dengan obat dan tanpa obat. Batuk berdahak yang masih ringan dapat dikurangi dengan cara sering minum air putih. Gunanya adalah untuk membantu mengencerkan dahak dan mengurangi iritasi atau rasa gatal. Cara lain adalah minum obat batuk. Tapi tidak boleh sembarangan. Obat batuk yang digunakan harus sesuai dengan jenis batuk.
Selain dengan obat,minyak juga dapat menghilangkan batuk. Salah satunya minyak obat mas. Saat ini banyak beredar obat-obatan yang tidak aman untuk dikonsumsi baik itu berupa pil, kapsul, kaplet  yang mengandung bahan berbahaya sehingga apabila dikonsumsi bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. Karena itu, penggunaan Minyak Obat (Minyak Mas) untuk mengobati penyakit,adalah solusi cerdas karena Minyak Obat (Minyak Mas) merupakan obat luar yang aman dari efek samping berbahaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar